Pengantar Sistem Informasi

2.3 Nilai Informasi dalam Pengambilan Keputusan

Materi ini membahas bagaimana informasi membantu memahami kondisi, mengurangi ketidakpastian, membandingkan pilihan, dan mendukung keputusan operasional, taktis, serta strategis. Informasi menjadi dasar pertimbangan, tetapi keputusan akhir tetap membutuhkan penilaian manusia.
Study Duration
10 Min

Setiap organisasi terus membuat keputusan, mulai dari yang rutin seperti menyusun jadwal kerja minggu depan sampai yang berdampak besar seperti membuka cabang baru. Nilai informasi terlihat dari seberapa jauh informasi itu membantu pengambil keputusan memahami keadaan dan memilih tindakan yang tepat.



Memahami Kondisi dan Mengurangi Ketidakpastian



Keputusan jarang dibuat dalam keadaan yang sepenuhnya jelas. Informasi tidak menghilangkan ketidakpastian, tetapi menguranginya.



Seorang pemilik toko yang membaca laporan penjualan tiga bulan terakhir mendapati bahwa penjualan satu produk terus turun. Tanpa laporan itu, ia mungkin baru sadar ketika stok sudah menumpuk di gudang. Dengan informasi tersebut, ia bisa lebih awal mencari penyebabnya: apakah harganya terlalu tinggi, ada pesaing baru, atau produknya kurang terlihat oleh pembeli.



Hal yang sama berlaku ketika memperkirakan kebutuhan. Menentukan jumlah barang untuk bulan depan tanpa melihat penjualan bulan-bulan sebelumnya hanyalah tebakan. Dengan informasi penjualan sebelumnya, perkiraan itu memiliki dasar.



Membandingkan Pilihan



Banyak keputusan melibatkan lebih dari satu pilihan. Bagian pengadaan sebuah kampus yang hendak memilih penyedia layanan internet, misalnya, dapat membandingkan harga, kecepatan, riwayat gangguan, dan lama penanganan keluhan dari setiap penyedia. Tanpa informasi seperti itu, pilihan mudah didasarkan pada kesan atau rekomendasi lisan saja.



Kebutuhan Informasi pada Tingkat Keputusan yang Berbeda



Jenis informasi yang dibutuhkan berbeda menurut tingkat keputusannya.



Keputusan operasional berkaitan dengan kegiatan sehari-hari. Kasir perlu tahu harga barang dan stok yang tersedia, sementara bagian akademik perlu tahu jadwal kuliah dan ruangan yang kosong. Informasinya rinci dan dibutuhkan saat itu juga.



Keputusan taktis berkaitan dengan pengelolaan suatu bagian dalam jangka menengah. Manajer toko memakai laporan penjualan bulanan untuk menilai kinerja dan menyusun rencana promosi bulan berikutnya.



Keputusan strategis berkaitan dengan arah organisasi dalam jangka panjang. Pemilik toko yang melihat tren penjualan beberapa tahun, termasuk meningkatnya pesanan dari luar kota, dapat memutuskan untuk mulai berjualan secara daring atau membuka cabang baru. Informasi untuk keputusan seperti ini biasanya berupa ringkasan dan tren, bukan rincian transaksi.



Nilai sebuah informasi pun ikut bergantung pada siapa yang memakainya dan kapan. Rincian transaksi harian sangat penting bagi kasir, tetapi terlalu detail bagi pemilik yang sedang memikirkan rencana lima tahun ke depan.



Informasi Tidak Menggantikan Pertimbangan Manusia



Informasi memberi dasar, tetapi keputusan tetap dibuat oleh orang yang bertanggung jawab. Laporan yang menunjukkan kenaikan permintaan suatu produk bisa menjadi alasan untuk menambah stok. Namun, pemilik toko masih perlu menimbang hal lain: apakah modalnya cukup, apakah gudang masih muat, dan apakah kenaikan itu akan bertahan atau hanya sementara.



Pembagian perannya kira-kira begini: sistem informasi membantu menyediakan informasi yang dibutuhkan, sedangkan manusia menafsirkan informasi itu, menimbang pilihan, dan menentukan tindakan. Informasi yang bernilai tinggi adalah informasi yang membuat pertimbangan tersebut lebih jernih, bukan sekadar informasi yang jumlahnya banyak.

Text Lessons

#1

1.2 Karakteristik dan Elemen Sistem

#2

1.3 Pengertian Sistem Informasi

#3

1.1 Pengertian Sistem

#4

1.4 Sistem Informasi dan Teknologi Informasi

#5

1.5 Komponen Sistem Informasi

#6

2.1 Perbedaan data, informasi, dan pengetahuan

#7

2.2 Karakteristik Informasi Berkualitas

#8

2.3 Nilai Informasi dalam Pengambilan Keputusan

#9

2.4 Contoh Pengolahan Data Menjadi Informasi

#10

3.1 Perangkat keras: input, pemrosesan, penyimpanan, output

#11

3.2 Perangkat Lunak Sistem dan Perangkat Lunak Aplikasi

#12

3.3 Jaringan Komputer dan Internet

#13

3.4 Komputasi Awan dan Perangkat Bergerak

#14

4.1 Organisasi dan Struktur Organisasi

#15

4.2 Tingkatan Manajemen dan Kebutuhan Informasinya

#16

4.3 Peran Sistem Informasi pada Level Operasional, Manajerial, dan Strategis

#17

4.4 Studi Kasus SI pada UMKM

#18

5.1 Konsep Transaksi Bisnis

#19

5.2 Siklus Pemrosesan Transaksi

#20

5.3 Pemrosesan Batch dan Real-Time

#21

5.4 Contoh: Sistem Kasir dan Penggajian

#22

6.1 SIM dan Jenis-Jenis Laporan Manajemen

#23

6.2 Keputusan Terstruktur, Semi Terstruktur, dan Tidak Terstruktur

#24

6.3 Sistem Pendukung Keputusan dan Dashboard

#25

6.4 Perbandingan TPS, SIM, dan DSS

#26

8.1 Sistem Berbasis File dan Sistem Basis Data

#27

8.2 Tabel, Record, dan Field

#28

8.3 Peran DBMS

#29

8.4 Data sebagai Aset Organisasi

#30

7.1 Sistem Informasi untuk Fungsi Pemasaran, Keuangan, SDM, dan Operasi

#31

7.2 Masalah Sistem yang Terpisah-pisah (Silo)

#32

7.3 Gambaran ERP, CRM, dan SCM

#33

9.1 Konsep E-Business dan E-Commerce

#34

9.2 Model B2C, B2B, dan C2C

#35

9.3 Marketplace dan Pembayaran Digital

#36

9.4 Studi Kasus Digitalisasi UMKM

#37

10.1 Sistem Informasi untuk Keunggulan Bersaing

#38

10.2 Model Five Forces dan Rantai Nilai

#39

10.3 Transformasi Digital

#40

11.1 Pengembangan Sistem Informasi

#41

11.2 Pendekatan dalam Pengembangan Sistem

#42

11.3 Penyebab Kegagalan Sistem Informasi

#43

11.4 Keberhasilan Pengembangan Sistem

#44

11.5 Studi Kasus: Sistem Informasi pada Toko Retail

#45

12.1 Etika dalam Sistem Informasi

#46

12.2 Privasi, Keamanan, dan Pelindungan Data

#47

12.3 Ancaman dan Risiko Keamanan Informasi

#48

12.4 Tanggung Jawab dan Profesi Sistem Informasi

#49

12.5 Studi Kasus: Etika dan Keamanan pada Sistem Informasi

View full lessons Check course learning page
Text Lesson 8/49
You are viewing
2.3 Nilai Informasi dalam Pengambilan Keputusan