Pengantar Sistem Informasi

2.2 Karakteristik Informasi Berkualitas

Informasi yang berkualitas harus akurat, relevan, tepat waktu, dapat dipercaya, dan mudah dipahami agar dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan.
Study Duration
10 Min

Data yang sudah diolah tidak otomatis menghasilkan informasi yang baik. Laporan yang angkanya keliru, datang terlambat, atau tidak menjawab kebutuhan pengguna justru bisa menyesatkan orang yang memakainya.



Ada lima karakteristik yang dapat dipakai untuk menilai apakah suatu informasi layak digunakan: akurat, relevan, tepat waktu, dapat dipercaya, dan mudah dipahami. Masing-masing menyoroti sisi yang berbeda. Sebuah informasi bisa memenuhi satu karakteristik, tetapi gagal pada karakteristik lainnya.



Akurat



Informasi akurat jika isinya sesuai dengan keadaan sebenarnya. Kesalahan paling sering berasal dari data yang sudah keliru sejak awal: salah ketik, salah hitung, atau transaksi yang tercatat dua kali.



Bayangkan kasir mencatat transaksi Rp250.000 sebagai Rp25.000. Laporan penjualan harian yang disusun dari catatan itu bisa saja tampak rapi, tetapi totalnya salah. Siapa pun yang memakai laporan tersebut, misalnya untuk mencocokkan uang di laci kasir, akan mendapat gambaran yang keliru.



Relevan



Informasi relevan jika sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Informasi bisa benar sepenuhnya, tetapi tetap tidak relevan karena tidak menjawab persoalan yang sedang dihadapi.



Seorang kepala program studi yang ingin mengevaluasi tingkat kelulusan membutuhkan informasi tentang jumlah lulusan, jumlah mahasiswa yang belum lulus, dan rata-rata masa studi. Data jumlah mahasiswa yang aktif di organisasi kemahasiswaan mungkin akurat, tetapi tidak membantu evaluasi tersebut.



Relevansi juga bergantung pada siapa penggunanya. Laporan kehadiran mahasiswa sangat berguna bagi dosen, tetapi bukan kebutuhan utama bagian keuangan.



Tepat Waktu



Informasi tepat waktu jika tersedia saat dibutuhkan dan masih menggambarkan kondisi yang diperlukan pada saat itu. Jadi, ada dua syarat: informasinya tidak datang terlambat, dan isinya belum usang.



Pemilik toko yang akan memesan barang perlu mengetahui jumlah stok saat ini. Laporan stok yang baru tiba setelah pemesanan dilakukan tidak lagi berguna untuk keputusan itu. Sebaliknya, laporan yang tiba tepat sebelum pemesanan pun kurang membantu jika isinya masih menggambarkan kondisi tiga minggu lalu, karena stok sudah berubah sejak saat itu.



Dapat Dipercaya



Informasi dapat dipercaya jika sumber dan cara memperolehnya jelas serta dapat dipertanggungjawabkan. Karakteristik ini berbeda dari akurat. Akurat berbicara tentang benar atau tidaknya isi, sedangkan dapat dipercaya berbicara tentang ada atau tidaknya dasar untuk meyakini isi tersebut.



Misalkan beredar pesan berantai yang menyebutkan bahwa jumlah pendaftar di sebuah kampus tahun ini naik dua kali lipat, tanpa keterangan dari mana angka itu berasal. Angka tersebut bisa saja benar, tetapi tidak ada cara untuk memeriksanya. Angka yang sama akan jauh lebih dapat dipercaya jika berasal dari laporan resmi bagian penerimaan mahasiswa baru yang mencantumkan periode pendaftaran dan sistem yang digunakan untuk mencatatnya.



Mudah Dipahami



Informasi mudah dipahami jika penyajiannya membantu penerima menangkap isinya. Informasi yang akurat, relevan, dan tepat waktu tetap kurang berguna jika penerimanya kesulitan membacanya.



Informasi dapat disajikan dalam berbagai bentuk, seperti teks, tabel, grafik, diagram, gambar, audio, atau video. Tidak ada satu bentuk yang selalu paling baik. Tabel cocok untuk memeriksa angka secara rinci, misalnya nilai setiap transaksi. Grafik lebih cocok untuk melihat perubahan, misalnya naik-turunnya penjualan selama enam bulan. Pilihannya bergantung pada apa yang perlu dilihat oleh penerima.



Jumlah informasi juga berpengaruh. Laporan yang terlalu ringkas bisa menghilangkan hal penting, sedangkan laporan berisi ratusan baris angka tanpa pengelompokan membuat penerima sulit menemukan bagian yang ia butuhkan.



Kualitas Informasi Bergantung pada Data dan Prosesnya



Kelima karakteristik tersebut tidak bisa dicapai hanya dengan merapikan laporan di tahap akhir. Informasi yang baik membutuhkan data awal yang benar, proses pengolahan yang sesuai, dan penyajian yang cocok bagi penggunanya. Organisasi yang menyimpan banyak data tetap akan kesulitan jika datanya sering salah, laporannya terlambat, atau isinya tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Text Lessons

#1

1.2 Karakteristik dan Elemen Sistem

#2

1.3 Pengertian Sistem Informasi

#3

1.1 Pengertian Sistem

#4

1.4 Sistem Informasi dan Teknologi Informasi

#5

1.5 Komponen Sistem Informasi

#6

2.1 Perbedaan data, informasi, dan pengetahuan

#7

2.2 Karakteristik Informasi Berkualitas

#8

2.3 Nilai Informasi dalam Pengambilan Keputusan

#9

2.4 Contoh Pengolahan Data Menjadi Informasi

#10

3.1 Perangkat keras: input, pemrosesan, penyimpanan, output

#11

3.2 Perangkat Lunak Sistem dan Perangkat Lunak Aplikasi

#12

3.3 Jaringan Komputer dan Internet

#13

3.4 Komputasi Awan dan Perangkat Bergerak

#14

4.1 Organisasi dan Struktur Organisasi

#15

4.2 Tingkatan Manajemen dan Kebutuhan Informasinya

#16

4.3 Peran Sistem Informasi pada Level Operasional, Manajerial, dan Strategis

#17

4.4 Studi Kasus SI pada UMKM

#18

5.1 Konsep Transaksi Bisnis

#19

5.2 Siklus Pemrosesan Transaksi

#20

5.3 Pemrosesan Batch dan Real-Time

#21

5.4 Contoh: Sistem Kasir dan Penggajian

#22

6.1 SIM dan Jenis-Jenis Laporan Manajemen

#23

6.2 Keputusan Terstruktur, Semi Terstruktur, dan Tidak Terstruktur

#24

6.3 Sistem Pendukung Keputusan dan Dashboard

#25

6.4 Perbandingan TPS, SIM, dan DSS

#26

8.1 Sistem Berbasis File dan Sistem Basis Data

#27

8.2 Tabel, Record, dan Field

#28

8.3 Peran DBMS

#29

8.4 Data sebagai Aset Organisasi

#30

7.1 Sistem Informasi untuk Fungsi Pemasaran, Keuangan, SDM, dan Operasi

#31

7.2 Masalah Sistem yang Terpisah-pisah (Silo)

#32

7.3 Gambaran ERP, CRM, dan SCM

#33

9.1 Konsep E-Business dan E-Commerce

#34

9.2 Model B2C, B2B, dan C2C

#35

9.3 Marketplace dan Pembayaran Digital

#36

9.4 Studi Kasus Digitalisasi UMKM

#37

10.1 Sistem Informasi untuk Keunggulan Bersaing

#38

10.2 Model Five Forces dan Rantai Nilai

#39

10.3 Transformasi Digital

#40

11.1 Pengembangan Sistem Informasi

#41

11.2 Pendekatan dalam Pengembangan Sistem

#42

11.3 Penyebab Kegagalan Sistem Informasi

#43

11.4 Keberhasilan Pengembangan Sistem

#44

11.5 Studi Kasus: Sistem Informasi pada Toko Retail

#45

12.1 Etika dalam Sistem Informasi

#46

12.2 Privasi, Keamanan, dan Pelindungan Data

#47

12.3 Ancaman dan Risiko Keamanan Informasi

#48

12.4 Tanggung Jawab dan Profesi Sistem Informasi

#49

12.5 Studi Kasus: Etika dan Keamanan pada Sistem Informasi

View full lessons Check course learning page
Text Lesson 7/49
You are viewing
2.2 Karakteristik Informasi Berkualitas